Fakultas Ekonomi > Berita > KPPU Tanamkan Nilai Persaingan Usaha Dalam Kampus

KPPU Tanamkan Nilai Persaingan Usaha Dalam Kampus

Pertumbuhan Ekonomi sangat dipengaruhi Iklim usaha yang kondusif , karena investasi dalam negeri tumbuh, dan investasi asing masuk ke dalam negeri. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tunas Pembangunan UTP Surakarta Trio Handoko kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional dengan tajuk Pemberantasan Praktek Monopoli dan Kartel untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat yang berlangsung hari ini (Jumat 18/5/2018) di kampus setempat.

Menurutnya, kemudahan kemudahan usaha di masyarakat saat ini berdampak positif terhadap tumbuhnya iklim usaha, namun di sisi lain memicu praktek persaingan usaha yang beragam. Untuk itu menurutnya keberadaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU yang diperlukan untuk mewujudkan ekonomi nasional secara efisien, dan berkeadilan untuk kesejahteraan rakyat, penting diketahui mahasiswa sebagai pembelajaran dan semangat leadership maupun enterpreneurship.

Komisioner KPPU Dr. Chandra Setiawan usai menjadi Pembicara dalam seminar, mengatakan pihaknya lebih fokus untuk mencegah terjadinya eksploitasi oleh Usaha Menengah Besar kepada UMKM. Untuk itu menurutnya, sosialisasi ke kampus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai persaingan usaha .

“KPPU lebih mengutamakan pencegahan , untuk itu melakukan advokasi kebijakan dan sosialisasi menanamkan nilai-nilai persaingan usaha di kampus-kampus, termasuk di UTP adalah, dalam rangka nilai-nilai persaingan usaha itu ditumbuhkembangkan dalam jiwa mahasiswa, sehingga mahasiswa nantinya menjadi pemimpin , pengambil kebijakan, pelaku usaha, manajer, mereka bisa betul-betul mendorong terjadinya persaingan usaha yang sehat, ” jelasnya.

Pada Seminar Nasional yang juga diikuti Pelaku Usaha, Asosiasi Usaha, dan Akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Surakarta, Chandra Setiawan juga mengungkapkan ada 4 perkara yang saat ini masih dibekukan KPPU, dan persidangan akan dibuka lagi setelah lebaran, di antaranya adanya dugaan terjadi pelanggaran pada tender renovasi Stadion Mandala Krida yogjakarta.

Seminar juga menghadirkan Pembicara Plt Deputi Bidang Pencegahan KPPU Taufik Ahmad dan Pelaku Bisnis yang juga Konsultan Pertanian Organik, dan dosen UTP Surakarta Ir. Suswadi MP.

(KBRN Surakarta: Dyah Su/AA)

Keterangan:

Berita ini diposting ulang dari website resmi Radio Republik Indonesia (18 Mei 2018): http://rri.co.id/post/berita/529433/sorotan_kampus/kppu_tanamkan_nilai_persaingan_usaha_dalam_kampus.html

Berita terkait tajuk diatas (18 Mei 2018): “KPPU: Pelaku usaha ciptakan iklim kondusif”

https://jateng.antaranews.com/berita/194107/kppu-pelaku-usaha-ciptakan-iklim-kondusif

(18 Mei 2018): “KPPU Sosialisasikan Pemberantasan Praktik Monopoli dan Kartel”

http://www.solotrust.com/read/6823/KPPU-Sosialisasikan-Pemberantasan-Praktik-Monopoli-dan-Kartel

dey@feutp